Jumat, 03 Desember 2010

OTAK ibarat TEKO

By : Azbardi Iryawan
 
Teko hanya mengeluarkan isi teko.
 
Bila baik isinya, maka baik pula yang keluar darinya. Isi susu, keluar juga susu. Bila buruk isinya, maka buruk pula yang keluar darinya.

Isilah otak anda dengan yang baik baik, maka anda akan menjadi baik.
Isilah otak anda dengan ilmu pengetahuan, maka banyak yang anda bisa lakukan.
Isilah otak anda dengan hal hal yang positif, maka anda akan menjadi orang yang positif.

Bila anda sering sering MEMBACA, MENDENGAR dan MELIHAT yang baik, maka anda bisa menjadi baik.
Bila anda sering sering MEMBACA, MENDENGAR dan MELIHAT hal hal tentang kesuksesan, maka anda bisa menjadi sukses.

Otak anda merekam apa yang anda SERING BACA, DENGAR dan LIHAT.
Oleh karena itu, RAJINLAH membaca, RAJINLAH mendengar dan RAJINLAH MELIHAT.

Apa yang anda isi kedalam otak anda, itulah yang keluar dari anda dalam bentuk perkataan, sikap dan tindakan anda.

Anda sebatas apa yang ada dalam pikiran anda.

7 Kebiasaan Orang-orang Berdaya Ingat Kuat

Orang-orang berdaya ingat kuat memiliki beberapa kebiasaan yang tidak akan mereka lewatkan tiap harinya. Melatih kebiasaan itu mungkin bisa membuat Anda menjadi salah satu dari mereka yang berdaya ingat kuat.

Melindungi dan meningkatkan kemampuan otak sangatlah mudah. Cukup melatih beberapa kebiasaan kecil dan ubah pola hidup yang tidak baik. Otak akan tetap hidup bahkan meningkat kemampuannya jika terus dilatih dan digunakan.

Sebuah survei online dilakukan oleh para peneliti Australia terhadap 29.500 orang responden yang telah diseleksi dan termasuk kategori orang-orang yang memiliki daya ingat kuat.

Para responden sebelumya menjalani beberapa tes ingatan seperti mengingat kejadian-kejadian 1, 5 atau 20 tahun yang lalu, menghafal daftar belanja, mengingat wajah orang, nama-namanya serta pekerjaannnya masing-masing.

Peneliti juga menganalisis pola hidup dan pola makannya sehari-hari. Akhirnya setelah melakukan beberapa analisis, para peneliti mengetahui dan menyimpulkan 7 kebiasaan orang-orang dengan daya ingat yang kuat.

Dikutip dari Preventio, ini dia 7 kebiasaan sederhana mereka yang berdaya ingat kuat yang bisa Anda terapkan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak, sebagai berikut:
  1. Tidak mengonsumsi alkohol, Mereka dengan memori yang kuat ternyata jarang mengonsumsi minuman-minuman beralkohol, karena ternyata alkohol dapat merusak sistem saraf dan melemahkan kemampuan otak.
  2. Menonton televisi tidak lebih dari satu jam setiap harinya, Orang-orang berdaya ingat kuat jarang melihat tontonan-tontonan yang tidak terlalu penting, kecuali tontonan yang sifatnya mengedukasi. Mereka lebih sering membaca ketimbang menonton.
  3. Sering membaca novel, Dengan membaca novel, otak akan dilatih berpikir dan menebak-nebak apa yang akan terjadi. Alur cerita novel yang berliku-liku akan membuat otak terus berpikir tapi dalam bentuk petualangan otak yang lebih menarik dan seru.
  4. Selalu menyilang-nyilangka n dan menyambung-nyambung kan data, Kemampuan otak akan terus meningkat ketika data yang masuk ke dalamnya terhubung satu sama lain. Dengan menghubung-hubungka n seperti itu, sebuah data akan tersimpan dan tertanam dalam otak lebih kuat lagi.
  5. Tidak pernah lupa mengonsumsi ikan, Ikan diketahui merupakan sumber protein yang berfungsi meregenerasi sel-sel mati. Sel-sel otak pun harus terus diregenerasi. Beberapa jenis ikan seperti salmon dan sarden mengandung omega 3 yang sangat baik untuk perkembangan sel-sel otak dan kemampuan mengingat seseorang.
  6. Meminum teh atau kopi, Teh dan kopi mengandung kafein yang bisa memacu kerja jantung dan otak untuk terus terjaga dan bekerja lebih baik lagi. Namun konsumsi yang berlebihan, terutama kopi bisa berakibat fatal. Minumlah dalam dosis yang sewajarnya.
  7. Selalu membuat catatan dalam bentuk jurnal atau notes kecil, Data yang masuk ke otak kita tanpa tercatat mungkin saja menempel dan mungkin juga tidak. Namun jika data tersebut dicatat, maka kita dapat melihatnya kembali ketika lupa. Mencatat juga ternyata bisa meningkatkan kemampuan otak untuk menghafal hingga 20 persen.

NASIB


PEMIKIRAN anda akan melahirkan KATA KATA.
KATA KATA anda akan menjadi SIKAP dan TINDAKAN anda.
SIKAP & TINDAKAN anda akan menjadi KEBIASAAN anda.

KEBIASAAN anda akan menjadi KARAKTER anda.

KARAKTER anda akan menjadi NASIB anda.

Pemikiran → Kata-kata → Sikap & Tindakan  →  Kebiasaan  →  Karakter  →  Nasib

Yang paling mudah itu menyalahkan nasib karena si Nasib pendiam tidak pernah melawan.

Mau merubah nasib ?

Mulai saja dengan melakukan perubahan CARA BERPIKIR anda untuk melahirkan KATA-KATA yang POSITIF dan KONSTRUKTIF (MEMBANGUN).

Remaja Gaul Islami




Bener lho. Percaya diri itu bikin kita enjoy menikmati hidup. Bikin asyik menikmati tan-tangan dan rintangan. Percaya diri pun diyakini bisa menem-patkan kita sebagai orang yang bisa mengelola emosi. Duileee sampe segitunya ya? Bener. Sebab, ketika kita memiliki rasa percaya diri, kita tahu apa yang kudu kita lakukan. Kita bisa ngukur diri. Itu sebabnya, orang yang percaya dengan kemampuan dirinya, biasanya bakalan rileks en tanpa beban dalam berbuat. Ini, tidak saja membawa hasil maksimal, tapi juga antistres. Nggak percaya? Silakan dicoba.
Sobat muda muslim, percaya diri alias pede emang kudu ditumbuh-kembangkan dalam diri kita. Kita rawat, kita bersihkan, kita poles dengan apik, dan kita sirami agar terus bersemi. Insya Allah, itu akan membuat kita tak pernah merasa terbebani. Kita akan menatap masa depan dengan penuh semangat dan tentunya tak mudah goyah dengan berbagai godaan en rayuan. Mulai dari rayuan pulau kelapa ampe rayuan gombal sekali pun. Nggak mudah percaya ama rayuan. Yakin itu.
Mungkin sebagian teman kita sutris banget pas ada yang ngata-ngatain bahwa umat Islam itu terbelakang en bodoh. Emang dalem banget en nyelekit pernyataan tersebut. Terus karena kalah mental akhirnya doi nggak pede lagi jadi seorang muslim. Jangan sampe tuh ngendon juga di jiwamu!
Padahal, cobalah kita berpikir lebih jernih. Sikap minder itu muncul justru karena kita merasa rendah diri. Merasa kerdil di hadapan orang lain. Padahal sejatinya, belum tentu orang lain lebih baik dari kita. Belum tentu pula kita lebih jelek di hadapan mereka. Itu semua adalah sekadar nilai dan cara pandang aja. Meski emang kudu ada standar nilai dan standar cara pandang yang benar.
Tapi terlepas dari salah-benar standar hidupnya, rasa percaya diri itu bisa menuntun kita lebih bijak dalam bersikap. Coba aja pikirkan. Kalo ada pernyataan seperti tadi, kamu jangan terpancing dan terbawa opini untuk ikut-ikutan merasa terbelakang, hanya karena kita sebagai muslim. Lagian pernyataan itu kan nggak sepenuhnya benar. Masih perlu diujicoba dan dibuktikan argumentasinya di lapangan. Tul nggak seh?
Mungkin benar pernyataan tersebut kalo fakta yang ditunjukkinnya adalah kaum muslimin yang berada dalam kondisi miskin dan tingkat pendidikannya rendah. Tapi kan masih ada kalangan muslim yang kaya dan jenjang pendidikannya lebih tinggi. Nah, jadi nggak perlu minder kan?
Bahkan jika pernyataan itu memojokkan kita sekali pun, bukan berarti kita pantas untuk minder en bersedih. Sebaliknya, fakta itu kita jadikan sebagai bahan renungan untuk lebih memberikan perhatian yang banyak kepada Islam dan umatnya. Tentunya, agar di kemudian hari kita lebih terhormat. Betul?
Jadi, nggak usah minder ya. Kita berjuang tanpa bosan, tanpa beban, dan tentunya tetap semangat. Buang jauh-jauh file minder van rendah diri dari daftar file di direktori otak kita. Kita cerahkan masa depan hidup kita dengan rasa percaya diri. Apalagi, kita adalah pejuang Islam, nggak pantes deh kalo kita malah nggak pede. Malu banget tuh sama jenggot yang jumlahnya cuma lima lembar itu. Heheheh (apa hubungannya ya?)
Tetep cool ya…
Wuih, cool? Emang mainnya hobi yang dingin-dingan aja ya? Kata teman saya sih, kalo kita cool berarti profesinya nggak jauh dari tukang reparasi kulkas? Hihihi.. ngaco aja ah. You pasti udah understand -lah dengan istilah cool ini.
Oke deh, kita sepakati aja dulu tentang istilah ini. Berdasarkan kamus bahasa slang yang berceceran banyak di internet, istilah cool ini muradif alias padanan katanya sama dengan asyik. Asyik? Bener. Wah, ternyata enak juga jadi remaja yang cool ya? Jadi, tetep sa'ik alias asyik dalam menjalani hidup ini. Kita bisa kok. Nggak masalah.
Sobat muda muslim, gimana dong buat yang belum pede? Kita kan pengen juga neh. Iya ya? Yang belum pede, berarti kudu belajar untuk pede. Kalo yang udah pede mah, kudu dipertahankan ya. Biar tetep pede.
Oke deh, buat kamu yang belum pede en supaya tetep cool, kita ngasih beberapa tips nih supaya bisa pede. Secara umum tapi ye. Insya Allah tetap bermanfaat kok.
Pertama , mengenali diri sendiri. Lho, emangnya ada yang masih belum kenal dengan dirinya sendiri? Wah, jangan heran Bro , banyak di antara kita yang nggak ngeh dengan diri kita sendiri. Caranya begini. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar 'kekayaan' pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri.
Kamu kudu nyadar dengan semua aset berharga yang kamu miliki. Terus, silakan temukan pula aset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti: pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain.
Kalo pengen lebih keren, bikin deh hasil analisa dan pemetaan terhadap SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunity and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengem-bangan diri yang lebih realistik. Coba ye..

Kedua , menilai diri sendiri dengan jujur. Nah lho, jarang banget nih ada orang yang pandai menilai pribadinya dengan jujur. Mayoritas kalo udah bicara tentang dirinya, pasti GUE BANGET. Orang lain mah LEWAAAT. Ih, jangan sampe begitu ya.
Sobat muda muslim, sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki. Ingat lho, bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi (perubahan) diri sejak dulu ampe sekarang. Kalo kamu mengabaikan/meremeh-kan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.
Oya, ati-ati lho, kerana ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik en getop, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Kalo dipiki-piki, semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri, ketidak-mampuan menghargai diri sendiri--hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. Heuheuheu.. jangan ampe hinggap di dirimu deh!
Ketiga , berpikir positif. Cobalah kamu perangi setiap asumsi, prasangka, atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. Kamu bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody's perfect dan it's okay if I made a mistake (duileee nih ngomongnya David Beckham banget).
Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang, dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Walah?
Itu sebabnya, jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan kamu. Hati-hatilah agar masa depan kamu nggak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian di re-view kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. Coba ya? Iya sih! (nah kalo ini Dian Sastro banget neh! Hihihi)
Keempat , boleh deh pajang slogan-slogan oke. Tempelin dekat meja belajarmu: “Saya pasti bisa!”, “Saya akan belajar dari kesalahan ini” “Hari esok milik saya”, “Islam pasti menang!”, “Aku ingin syahid”. Wis, pokoke sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu.
Kelima , berani ambil risiko. Nah, ini juga perlu kamu kembangkan. Hidup ini selalu berubah sobat. Seringjkali bahkan kudu berani ngambil risiko. Kami nggak perlu menghindari setiap risiko, melain-kan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi risiko tersebut.
Contohnya, kamu nggak perlu menyenangkan orang lain untuk meng-hindari risiko ditolak. Jika kamu ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada risiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju berkembang dengan mengambil risiko. Ingat: No Risk, No Gain. Huhuy!
Keenam , tetapkan tujuan yang realistis. Nah, ini perlu sobat. Kamu perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang kamu tetapkan selama ini; apakah tujuan tersebut sudah realistik atau nggak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya risiko yang tidak diinginkan.
Ketujuh , bersyukur dan tawakal. Wajib deh buat kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. Kita kadang sulit menghadapi hidup ini, tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita jadi lebih tenang menghadapinya.
Moga beberapa tips yang berhasil saya ramu dari berbagai pendapat ini bisa bikin kamu tambah pede en tentunya tetep cool ya.
Islam bikin kita pede
Ada beberapa alasan yang sebenarnya bisa bikin kita pede dengan jadi muslim. Islam, agama kita, memiliki banyak kelebihan yang bisa dibanggakan. Dan tentunya bisa bikin pede dong. Jadi bener ya, kalo kita kenal dengan agama kita sendiri, dan tahu apa aja kelebihan-nya, insya Allah bikin pede.
Pertama , Islam mengajarkan bahwa tuhan kita adalah Allah. Maha segalanya. Tuhan yang lain mah lewaat deh. Firman Allah Swt.: “Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS al-Ikhlas [112]: 1-4)
Insya Allah ini juga bisa bikin kita pede. Kepada siapa lagi coba kita akan menyembah kecuali kepada Allah? Betul?
Kedua , Islam juga punya al-Quran. Ini benar-benar the amazing book . Pedoman hidup kita dari masalah yang kecil ampe yang besar. Mulai soal bersuci sampe pemerintahan dan negara. Wuih, mana ada kitab lain yang bisa begitu? Wah bener-bener bikin pede dan membanggakan banget.
Sampe-sampe W.E. Hocking berkomen-tar, “Oleh karena itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa al-Quran mengandung banyak prinsip yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikata­kan, bahwa hingga pertengahan abad ke tiga­belas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” ( The Spirit of World Politics, 1932, hlm. 461 )
Ketiga, kita punya nabi yang dikagumi orang sejagat. Rasulullah saw. diakui oleh kawan dan lawannya. Penulis buku Seratus Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia , Michael Hart, menyebutkan, “Dia (Muhammad saw.) adalah orang yang paling berpengaruh sepanjang sejarah kehidupan manusia lebih dari Newton dan Yesus (Nabi Isa) atau siapapun di dunia ini.”
Oke deh, paling nggak itu beberapa alasan kenapa kita kudu pede jadi remaja muslim. Yuk, kita sama-sama membangun rasa percaya diri dan mempertahankannya.Kita bisa mencoba mulai dari sekarang. Nggak perlu nunggu lama lagi. Apalagi, kita sebagai remaja muslim dan juga pengemban dakwah. Kalo sampe nggak pede, aduh, malu atuh! [solihin]Sumber Buletin Gaul Islam

Remaja Yang Islami

Seorang remaja mempunyai andil besar bagi perubahan lingkungannya. Ia pun mampu membawa teman-temannya agar sadar dan mengenal Islam. Sudah saatnya remaja peduli bahwa siapa lagi yang akan memperjuangkan Islam di tengah-tengah masyarakat kalau bukan mereka? dimulai dengan remaja putrinya yang berjilbab, up date status nya mulai diatur jgn mengumpat, sehingga seisi kebun binatang jangan sampai keluar dari mulut seorang remaja pada umumnya pelajar SMA PBB arjasari Khususnya.

Ketika ada teman yang gak sholat, facebookan aja kegiatannya, atau bolos sekolah dan banyak aktifitas maksiat lainnya, siapa yang bisa menyadarkan mereka? Bukan para kyai, bukan para guru, bukan pula para ustadz yang seringkali tak paham dengan karakter remaja. Jadi yang paling efektif menyadarkan mereka adalah teman-temannya sendiri yaitu kamu sebagai generasi muda.
 
Di bawah ini ada beberapa tips agar kamu jadi remaja yang oke dalam berdakwah di lingkungan kamu. Simak baik-baik ya:

1.    Niat
Dari awal, niatkan semua usaha kamu karena Allah semata. Jangan sampai ada niat untuk sombong dan merasa benar sendiri. Juga jangan sampai ada kesan menggurui dan menganggap bodoh teman yang sedang kamu dakwahi. Petunjuk itu dari Allah. Lakukan upaya maksimal dalam menyadarkan teman dan jangan lupa berdoa untuknya agar segera kembali ke jalan yang benar. Karena sungguh, tidak ada yang mampu memberi jalan bila sudah disesatkan oleh Allah dan tak ada yang mampu menyesatkan bila sudah diberi petunjuk oleh-Nya. Jadi jangan lupa berdoa ya.

2.    Lakukan apa yang kamu katakan
Ngomong gampang, tapi melakukannya itu yang butuh upaya lebih. Kalo kamu Cuma bisa ngomong tanpa melakukan apa yang kamu omongkan, maka orang lain terutama teman-temanmu tak akan percaya padamu lagi. Misal nih, kamu bilang pacaran haram dan dosa tapi kamu sendiri malah suka mojok berduaan dengan lawan jenis. Sama juga bo’ong kalo gini caranya. Selain dosa karena kamu berkhalwat (berdua-duaan dengan lawan jenis yang non mahrom), kamu juga dosa karena bisa ngomong tapi gak bisa melakukan omonganmu dengan konsisten. Dobel dosa tuh. Jangan sampai ini terjadi loh.

3.    Gunakan Qur’an dan Hadits
Dalam berdakwah, gunakan Qur’an dan hadits sebagai acuan, bukan kata si A dan si B atau bahkan kata nenek moyang. Banyaklah baca buku-buku keislaman dan pahamilah wawasan keislaman itu sendiri. Jangan sampai kamu menyampaikan sesuatu yang kamu tidak punya ilmu tentangnya. Jadikan sirah (sejarah) Rasulullah dalam berdakwah sebagai panduan kamu ketika berdakwah di lingkungan teman-temanmu.
Harap kamu tahu, Rasulullah oke banget loh dalam menyampaikan dakwah di semua kalangan termasuk juga para remaja dan pemuda. Salah satunya adalah ketika ada seorang pemuda yang mendatangi Rasulullah dan bertanya, “Ya Rasul, saya ingin masuk Islam tapi saya masih hobi berzina.” Apa jawab Rasulullah? Bukannya marah tapi beliau dengan tenang menjawab, “ Kamu punya ibu? Punya saudara perempuan? Bagaimana perasaanmu bila ibu atau saudaramu yang perempuan dizina-i oleh laki-laki?” Sejak saat itu, pemuda tersebut langsung bertaubat, masuk Islam dan tidak pernah lagi melakukan zina.

4.    Berbicaralah pada orang lain seakan-akan baru mengenalnya
Maksud dari poin ini adalah jangan berusaha sok tahu tentang seseorang hanya dengan melihatnya sekilas saja. Berbicaralah dengan ramah dan penuh perhatian sehingga orang yang akan didakwahi merasa nyaman dan kemudian percaya. Jangan terkecoh dengan penampilan. Misalnya saja seorang yang mengaku dirinya muslimah tapi pakaiannya selalu ketat dan mengumbar aurat. Jangan langsung berpikiran sok tahu yang negative bahwa dia itu pastilah seseorang yg pembangkang dan durhaka karena tidak menutup aurat. Kenalilah kepribadiannya lebih jauh.
Karena bisa jadi ia berpakaian seperti itu bukan karena ingin membangkang perintah Allah tapi benar-benar tidak tahu batasan aurat perempuan dalam Islam. Atau mungkin salah seorang teman kamu yang tak pernah sholat Jumat. Kenalilah dirinya lebih jauh dan jangan langsung berprasangka buruk. Ada banyak laki-laki yang tidak sholat Jumat karena keluarganya tidak pernah mengajarinya dan ia pun tidak tahu hukumnya. Jadi , tugas kamu nih untuk mendekati orang-orang semacam ini untuk memberikan pencerahan bagi kehidupannya sebagai seorang muslim yang baik.

5.    Tersenyumlah
Tahukah kamu bahwa Rasulullah SAW itu suka sekali tersenyum loh. Tapi anehnya banyak para dai yang sukanya malah pasang tampang serius dan cemberut daripada tersenyum. Nah, kamu jangan ikut-ikutan yang model begini yah.
Tersenyum, berperilaku sopan dan baik adalah sikap Rasulullah yang harus kita amalkan seharui-hari. Jika kita ingin orang lain dekat dan menerima dakwah kita maka usahakan kita bersikap ramah pada mereka. Tersenyum adalah salah satu kunci dari keramahan ini.
Yang patut diingat adalah tersenyum disini konteksnya adalah ramah secara umum dan tidak bermaksud tebar pesona pada lawan jenis. Bagaimana pun Islam mempunyai aturan dalam berinteraksi dengan lawan jenis. Bukan karena alasan dakwah trus seenaknya saja berdua-duaan dengan lawan jenis, misalnya. Nah, agar tidak timbul fitnah, usahakan berdakwah fokus pada sesame jenis. Cowok yang berdakwah ke kalangan cowok. Begitu juga cewek dakwahnya juga ke lingkungan cewek saja.

6.    Bersikap aktif dan berbaur

Langkah awal bagi keberhasilan dakwah adalah bersikap aktif dan berbaur dengan objek dakwah. Sering-sering ngobrol dengan mereka yang ingin kamu dakwahi. Bisa juga kamu mengundang mereka untuk buka puasa bersama saat Ramadhan atau kajian remaja yang kamu kemas dengan santai. Jadikan mereka percaya bahwa kamu adalah tempat yang asyik untuk curhat, berbagi cerita baik suka maupun duka. Mengerjakan PR bareng, menenangkan di kala mereka gundah, atau sekedar menjadi teman yang baik ketika mereka butuh curhat dan diskusi. Dan yang utama, kamu harus bisa menjaga rahasia karena mereka sudah percaya sama kamu. Tapi bila keadaan berubah menjadi serius dan berbahaya, misalnya saja ada yang berniat bunuh diri karena frustasi menghadapi masalahnya, maka jangan segan-segan menghubungi orang yang lebih dewasa untuk menyikapi masalah ini.

7.    Tunjukkan Islam itu sesuai untuk semua kalangan

Sering remaja menganggap bahwa Islam itu kuno dan ketinggalan zaman. Tunjukkan pada mereka bahwa pendapat ini salah. Tunjukkan pada mereka bahwa Islam itu berasal dari Allah yang tentu saja sesuai dengan zaman apa pun dan bagi siapa pun termasuk remaja juga. Yakinkan mereka bahwa Allah begitu dekat bahkan melebihi urat nadi kita sendiri. Allah juga Mahamelihat dan mendengar. Allah tempat meminta dan tumpuan semua keluh kesah dan gundah kita. Tunjukkan juga bahwa Islam itu sesuai dan cocok untuk remaja. Islam mempunyai semua jawaban yang diinginkan remaja tentang pencarian jati diri yang tidak semua agama bisa menjawabnya.

8.    Libatkan mereka dalam kegiatan social
Ajak para remaja itu untuk terlibat dalam kegiatan social. Misalnya saja dengan mengadakan baksos di daerah-daerah miskin agar mereka lebih menghargai sesama dan pandai bersyukur. Atau bisa juga mengajak mereka dalam sebuah kepanitiaan atau peserta seminar Islam untuk remaja. Keterlibatan seperti ini membuat mereka menjadi bagian dari umat dan merasa berharga. Jangan lupa setelahnya kamu harus berterima kasih atas apa yang telah mereka lakukan untuk sesama.

9.    Tanyakan 4 pertanyaan mendasar
Ketika pertemanan semakin erat, topic yang dibahas biasanya juga mengarah semakin serius. Kamu bisa mendiskusikan tentang cita-cita dan rencana mereka di masa depan. Ada 4 pertanyaan yang bisa mengarahkan topic agar remaja lebih mengenal Allah dan Islam:
1.    kemanakah aku setelah kehidupan ini berakhir
2.    apa yang membuat aku bahagia
3.    Kepada siapakah aku seharusnya berterima kasih dan bersyukur
4.    apakah saya bisa sukses tanpa bantuan orang lain

10.    Tekankan sholat wajib 5 kali sehari sebelum kewajiban lainnya

Hubungan dengan Allah secara pribadi itu ada pada kewajiban sholat 5 waktu. Jangan memberikan banyak materi lain lebih dulu sebelum kesadaran untuk sholat wajib 5 waktu bisa terlaksana dengan baik. Tekankah bahwa dengan sholat saja hubungan dengan Allah terjalin secara langsung tanpa perantara. Hanya Allah saja tempat bersandar jika manusia menghadapi masalah. Sholat adalah saat yang tepat untuk meminta pertolonganNya. Jika mungkin, usahakan untuk sholat berjamaah ketika kamu sedang ngobrol santai dengan mereka. Ketika sholat ini sudah dijalankan dengan konsisten, maka hal-hal lain akan lebih mudah untuk diingatkan misalnya saja tidak boleh memaki, patuh pada orang tua dan cara berpakain yang menutup aurat sesuai dengan syariat Islam.

11.    Bantulah mereka untuk mempercayai orang dewasa

Biasanya remaja memandang orang dewasa dengan pandangan miring seolah-olah dunia mereka benar-benar berbeda. Orang dewasa dianggap tidak pernah memahami dunia remaja dan anak muda dengan tepat. Nah, dalam hal ini kamu kudu berperan untuk menumbuhkan rasa percaya pada remaja terhadap orang dewasa. Misalnya saja dengan memuji seorang penceramah yang kena di hati remaja, para aktivis yang peduli dengan dakwah demi kebangkitan umat dan lain-lain. Memang sih, merubah sudut pandang mereka tidak  bisa dengan mudah tapi paling tidak mereka nantinya bisa memahami pendapat orang tua di rumah.

12.    Jangan pergi ketika mereka sedang down
Ingat, ketika seseorang sudah mulai mau menjalankan ajaran-ajaran Islam dengan teratur, tidak berarti urusan sudah selesai. Akan ada ujian dan cobaan dalam hidup yang kadang bisa membuat futur/down atau lemah iman seseorang. Ada kalanya mereka mempertanyakan lagi keadilan Tuhan akan jalan hidup sulit yang mereka tempuh. Jangan putus asa apalagi tega meninggalkan mereka. Dampingilah para remaja ini untuk kembali menemukan jati diri keislaman mereka.

Semoga beberapa tips di atas bisa kamu jadikan alat untuk mendekati teman-teman kamu dalam berdakwah. Dan yang utama, kamu jangan lupa meminta pada Allah untuk dimudahkan langkahmu juga lisanmu dalam menyampaikan kebenaran. Semoga Allah menyertaimu selalu.

Sumber : Internet

Rabu, 01 Desember 2010

50 % Pelajar Tidak perawan..??

Lebih dari 50-66% remaja putri usia sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) tidak lagi perawan. Data ini beradasar hasil Survei Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) yang dilakukan secara nasional.  itu artinya remaja zaman sekarang rentan terhadap seks bebas dan narkoba akibat kurang kontrolnya terhadap perkembangan teknologi informasi yang menyebar secara bebas.

 REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mencatat hasil survei pada 2010 menunjukkan, 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan seks pranikah. "Artinya dari 100 remaja, 51 sudah tidak perawan," ujar Kepala BKKBN Sugiri Syarief usai memberikan sambutan acara Grand Final Kontes Rap dalam memperingati Hari AIDS Sedunia di lapangan parkir Monas, Jakarta Minggu (28/11).

Hasil survei untuk beberapa wilayah lain di Indonesia, seks pranikah juga dilakukan beberapa remaja, misalnya saja di Surabaya tercatat 54 persen, di Bandung 47 persen, dan 52 persen di Medan. "Hasil penelitian di Yogya dari 1.160 mahasiswa, sekitar 37 persen mengalami kehamilan sebelum menikah," kata Sugiri.

Selain itu, data tentang penyalahgunaan narkoba menunjukkan, dari 3,2 juta jiwa yang ketagihan narkoba, 78 persennya adalah remaja. Sedangkan penderita HIV/AIDS terus meningkat setiap tahunnya. Solusinya, lanjut Sugiri Syarif, konseling untuk remaja agar tidak melakukan seks pra nikah akan terus dilakukan.

Dirilis BKKBN yang diterima wartawan diketahui, estimasi jumlah aborsi di Indonesia per tahun mencapi 2,4 juta jiwa. 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja.

Berdasarkan data Kemenkes pada akhir Juni 2010 terdapat 21.770 kasus AIDS dan 47.157 kasus HIV positif dengan persentase pengidap usia 20-29 tahun yakni 48,1 persen dan usia 30-39 tahun sebanyak 30,9 persen. Selain itu kasus penularan terbanyak adalah heteroseksual sebanyak 49,3 persen, homoseksual sebanyak 3,3 persen dan IDU (jarum suntik) 40,4 persen. (Sumber : Republika)



Perlunya peran serta antara Orangtua, Lingkungan Serta Guru untuk menguringangi angka tersebut, pembinaan akhlak bagi pelajar sangatlah penting. Peranan Guru Agama di sekolah sangatlah penting dalam pembinaan Akhlak Pelajar.


Guru agama atau pendidik ialah: orang yang memikul tanggung jawab untuk membimbing. Guru tidak sama dengan pengajar, sebab pengajar itu hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran kepada murid. Prestasi yang tertinggi yang dapat dicapai oleh seorang pengajar apabila ia berhasil membuat pelajar memahami dan menguasai materi pelajaran yang diajarkan kepadanya. Tetapi seorang pendidik bukan hanya bertanggungjawab menyampaikan materi pengajaran kepada murid saja tetapi juga membentuk kepribadian seorang anak didik bernilai tinggi.



K.H. Moh. Syafi’i Hadzami mengatakan guru agama adalah “pemimpin dan pembimbing rohani umat”.
Menurut Khurshid Ahmad ada dua fungsi dasar pendidikan pada setiap masyarakat yaitu:
1.   Alat untuk memelihara memperluas dan menghubungkan tingkat-tingkat kebudayaan nilai-nilai tradisi dan sosial serta ide-ide nasional dan masyarakat.
2.   Alat untuk perubahan, inovasi, perkembangan dan secara garis besar melalui pengetahuan dan skill (ketrampilan) yang baru ditemukan dan melatih tenaga-tenaga manusia produktif untuk menemukan pertimbangan perubahan sosial ekonomi.

Dalam pendidikan Islam tidak hanya menyiapkan seseorang anak didik memainkan peranannya sebagai individu dan anggota masyarakat saja, tetapi juga membina sikapnya terhadap agama tekun berikut mematuhi peraturan agama, serta menghayati dan mengamalkan nilai hukum agama dalam kehidupan sehari-hari.
Agar fungsi-fungsi tersebut dapat terlaksana dengan baik seorang guru agama harus memenuhi persyaratan tertentu, sebagai berikut:
a. Beriman
Seorang guru Islam harus seorang yang beriman, yaitu meyakini akan keesaan Allah. Iman kepada Allah merupakan asas setiap aqidah. Dan dengan mengimankan Allah SWT selanjutnya akan diikuti pula dengan keimanan kepada yang lainnya. Keyakinan terhadap keesaan Allah seperti ini disebut tauhid.
b. Bertaqwa
Syarat yang terpenting yang harus pula dimiliki oleh guru agama adalah taqwa, yang berarti menjaga diri agar selalu mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya serta merasa takut kepadaNya baik secara sembunyi maupun secara terang-terangan. Banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang memerintahkan dan mengajurkan untuk bertaqwa, seperti dalam fiman Allah SWT: Ali-Imran: 102.
يأيهاالذين آمنوا اتقواالله حقّ تقاته، ولا تموتن إلاّ وانتم مسلمون.
Artinya : “Wahai orang-orang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa kepadanya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”.
c. Ikhlas
Menurut Abdillah Ulwan “Guru Agama yang Ikhlas hendaklah berniat semata-mata karena Allah dalam seluruh pekerjaan edukatifnya, baik berupa perintah, larangan, nasihat, pengawasan atau hukuman yang dilakukannya”.
d. berakhlak
e. berkepribadian yang integral (terpadu)
f. Cakap
g. Bertanggung jawab
h. Keteladanan
i. Memiliki kompetensi keguruan

Fungsi dan peran guru agama dalam interaksi edukatif sama dengan guru pada umumnya. Guru mempunyai fungsi dan peran yang penting dalam Interaksi edukatif di sekolah.
Karena tugasnya yang mulia, seorang guru menempati posisi yang mulia yang berfungsi :
1.   Guru sebagai pemberi pengetahuan yang benar kepada muridnya.
2.   Guru sebagai pembina akhlak yang mulia.
3.   Guru sebagai pemberi petunjuk kepada anak tentang hidup yang baik
Peran dan kedudukan guru yang tepat dalam interaksi edukatif akan menjamin tercapainya tujuan pendidikan yang diharapkan.
Dalam interaksi edukatif, anak-anak juga menemui berbagai kesulitan. Setiap anak tumbuh dan berkembang dalam berbagai irama dan variasi sesuai dengan kodrat yang ada padanya. Ia akan belajar sekalipun akan berhasil atau tidak dan juga dia tidak memikirkan apakah tingkah lakunya mendatangkan pujian atau tidak. Ia belajar dengan caranya sendiri-sendiri, sesuai dengan kemampuan dan potensi serta keterampilan dan bakat yang ada padanya, ia belajar sesuai dengan individunya masing-masing peran guru dalam membantu proses belajar murid sangatlah diharapkan. Setiap guru harus mengetahui serta berusaha untuk memecahkan kesulitannya.

Menurut Zakiah Daradjat, unsur-unsur pokok yang perlu dipertahankan dalam masalah belajar adalah sebagai berikut :
  1. Kegairahan dan kesediaan untuk belajar,
  2. Membangkitkan Minat Murid,
  3. Menumbuhkan sikap dan bakat yang baik,
  4. Mengatur proses belajar mengajar,
  5. Berpindahnya pengaruh belajar dan pelaksanaannya dalam kehidupan nyata.
  6. Hubungan manusiawi dalam Proese Belajar Mengajar
Roestiyah NK menyatakan peranan guru dalam interaksi edukatif adalah sebagai berikut :
  1. Fasilitas, yakni menyediakan situasi dan kondisi yang dibutuhkan individu yang belajar.
  2. Pembimbing, yakni memberikan bimbingan terhadap siswa dalam interaksi belajar mengajar, agar siswa tersebut mampu belajar dengan lancar dan berhasil secara efektif dan efisien.
  3. Motivator, yakni memberikan dorongan dan semangat agar siswa mau giat belajar.
  4. Organisator, yakni mengorganisasikan kegiatan belajar siswa maupun guru.
  5. Manusia sumber, dimana guru dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh siswa, baik berupa pengetahuan, keterampilan maupun sikap.
C. Pengertian Akhlak
Akhlak berarti budi pekerti, tingkah laku, perangai.” Perkataan akhlak berasal dari perbendaharaan istilah-istilah Islamologi. Istilah lain yang mirip dengan akhlak adalah moral. Hakikat pengertian antara keduanya sangat berbeda. Moral berasal dari bahasa latin, yang mengandung arti laku perbuatan lahiriah.
Seorang yang mempunyai moral, boleh diartikan karena kehendaknya sendiri berbuat sopan atau kebajikan karena suatu motif material, atau ajaran filsafat moral semata. Sifatnya sangat sekuler, duniawi, sikap itu biasanya ada selama ikatan-ikatan material itu ada, termasuk di dalamnya penilaian manusia, ingin memperoleh kemasyhuran dan pujian dari manusia. Suatu sikap yang tidak punya hubungan halus dan mesra dengan yang maha kuasa yang transenden.

Dengan moral saja, ia tidak punya sesuatu yang tertanam dalam jiwa, konsekwensinya mudah goyah dan kemudian hilang. Berbeda dengan akhlak, ia adalah “perbuatan suci yang terbit dari lubuk jiwa yang paling dalam, karenanya mempunyai kekuatan yang hebat.” Dalam Ihya Ulumuddin, Imam Al Ghazali berkata: “Akhlak adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, daripadanya timbul perbuatan yang mudah, tanpa memerlukan pertimbangan terlebih dahulu”.
Dari kutipan diatas penulis dapat ambil suatu kesimpulan bahwa akhlak Islam adalah suatu sikap mental dan laku perbuatan yang luhur, mempunyai hubungan dengan zat yang maha kuasa Allah. Akhlak adalah produk dari keyakinan atas kekuasaan dan keesaan Alllah, yaitu produk dari jiwa tauhid.


Macam-macam Akhlak
Imam Al Ghazali mengatakan bahwa akhlak ada dua macam :
  1. Akhlak Terpuji
Dalam masalah ini Imam Al-Ghazali menjelaskan beberapa pendapat Ulama tentang akhlak yakni sebagai berikut:
a. Hasan Al Bisri berpendapat bahwa akhlak yang terpuji yaitu manis muka tidak suka menyakiti orang lain baik oleh perkataan maupun perbuatan.
b. Al Wasith mengatakan ialah tidak memusuhi dan tidak dimusuhi orang karena sangat makrifat kepada Allah SWT.
c. Abu Ustman berkata akhlak yang baik ialah Ridho/puas terhadap ketentuan Allah baik yang senang ataupun yang tidak senang.
d. Abu Said Al-Harraj berpendapat bahwa akhlak yang terpuji ialah suatu sikap yang tidak ada baginya selain Allah SWT.
Menurut Al Ghazali “Untuk mencapai akhlak yang mulia harus melalui riyadhah yaitu suatu latihan yang diterapkan oleh kaum sufi, lalu beliau menarik satu kesimpulan bahwa tasawuflah satu-satunya sarana yang akan dapat menghantar kepada kebenaran sejati”.
Imam Nawawi Al Bantani mengomentari karya Al Ghazali sebagai berikut: Di dalam diri manusia ada empat sifat :
a. Sifat ketuhanan (robbaniah) seperti: sabar, penyayang, belas kasih kepada sesama makhluk, dan lain sebagainya.
b. Sifat sabu’iyyah yaitu sifat binatang buas seperti marah, dengki, memukul kiri kanan, memaki kian kemari, menghamburkan harta dengan percuma dan lain-lain.
c. Sifat bahimiyyah, yaitu sifat hewan, umpamanya rakus laba dan lain-lain sebagainya. Seseorang yang menganut sifat ini, maka akan keluarlah berbagai macam perbuatan kejahatan, seperti pencurian, penzinaan liwath dan sebagainya.
d. Sifat syaitaniah, yaitu sifat syetan dan iblis, yaitu dengki banyak tipu daya, banyak helah, munafik, pembawa orang kepada perbuatan mungkar dan kebinasaan, membawa orang kepada bid’ah dan kesesatan. Umpamanya seseorang yang menganut sifat ini, maka dari padanya akan memancarlah berbagai macam cabang kejahatan.
Dari kutipan-kutipan di atas dapat disimpulkan bahwa akhlak yang mulia bersumber dari hati yang bersih, dari hati yang bersih inilah lahirnya perbuatan-perbuatan terpuji tersebut, dan ini harus melalui beberapa aqabah (tanjakan) yang harus dilahiri oleh seorang murid.

2. Akhlak Tercela.
Akhlak yang tercela lawan dari akhlak yang terpuji. Al Ghazali mengatakan: “Bahwa akhlak yang tercela yang menyebabkan seseorang akan binasa dunia akhirat”.
Akhlak yang tercela yang menyebabkan manusia  jauh dari Allah SWT, karena itu, alangkah baiknya jika teori sufi kita terapkan kepada peserta didik/siswa dewasa ini sebab pada realitanya hanya cara kaum sufilah yang dapat membentuk akhlak siswa menjadi insan kamil atau memiliki akhlak yang mulia, tetapi hal ini perlu diimbangi dan dipadukan dengan orientasi dari sudut logika. Pendekatan filosofis diperlukan untuk menganalisa dan menyaring secara kritis antara ajaran agama yang benar dan yang tidak sesuai dengan tuntutan yang semestinya. Sesudah ajaran itu jelas benarnya, agama harus diterima dan ditanggapi dengan hati atau rasa, bukan dengan akal. Pendekatan etis akan menumbuhkan perkembangan rasa agama yang dapat menselaraskan kukungan akal dan hati manusia.
Apabila kita mengkaji mengenai hakikat dan unsur-unsur dasar peradaban, maka diperoleh kesimpulan bahwa akhlaklah sebagai hakikat unsur peradaban, maka bagaimana bangsa Indonesia ini memiliki peradaban yang tinggi kalau elit politiknya, masyarakatnya tidak berakhlak yang mulia.
Dengan adanya krisis multi dimensi termasuk pendidikan faktor utamanya adalah terabaikannya faktor moral dalam dunia pendidikan, pendidikan moral di sekolah-sekolah kita ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu penulis berpendapat marilah kita maksimalisasikan perlajar akhlak, jangan hanya di SMPN saja akhlak diajarkan bahkan wajib akhlak itu diajarkan pula di pelbagai lembaga pendidikan di negara kita ini dan hendaklah elite politik menjadi tauladan bagi rakyatnya.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Akhlak
Jika kita amati beberapa faktor yang dapat mempengaruhi akhlak siswa ada dua bagian: Pertama, faktor-faktor umum. Kedua, faktor-faktor khusus.
Faktor-faktor umum ialah lingkungan, baik keluarga maupun masyarakat, di antaranya adalah:
1.   Orang tua
Kedua orang tua merupakan contoh bagi anak-anaknya. Oleh karena itu baik dan buruknya seorang anak tergantung kepada pendidikan kedua orang tua, anak diibaratkan seperti kertas yang masih bersih, kalau dihitamkan ia akan menjadi hitam, kalau diputihkan ia akan menjadi putih.
Hal ini pernah disinyalir oleh sabda Rasulullah SAW, yang artinya: “Setiap bayi yang baru dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang dapat menjadikan anak itu Yahudi, Nasrani ataupun Majusi (penyembah api) (H.R. Bukhari)”
Para ulama telah memberikan berbagai interpretasi tentang fitrah seperti yang disebutkan dalam Hadist di atas. Berdasarkan interprestasi tersebut Muzayyin menyimpulkan “Bahwa fitrah adalah suatu kemampuan dasar berkembang manusia yang dianugerahkan Allah kepadanya”.Di dalamnya terkandung berbagai komponen psikologis yang satu sama lain saling berkaitan dan saling menyempurnakan bagi hidup manusia.
Kemampuan dasar (fitrah) itu banyak pula jenisnya Syahminan Zaini merinci jenis-jenis fitrah itu sebagai berikut:
  1. Fitrah beragama
  2. Fitrah intelek
  3. Fitrah sosial
  4. Fitrah ekonomi
  5. Fitrah politik
  6. Fitrah seni
  7. Fitrah harga diri
  8. Fitrah kemajuan
  9. Fitrah persamaan
  10. Fitrah persatuan
  11. Fitrah kemerdekaan
  12. Fitrah keadilan
  13. Fitrah susilasosial
  14. Fitrah kawin, dan
  15. Fitrah lain-lainnya.
Salah satu fitrah di antara sekian banyak jenis fitrah itu adalah fitrah beragama yang didalamnya terkandung nilai-nilai akhlak.
2.   Sekolah/madrasah
Sekolah adalah “Faktor yang paling dominan dalam   mempengaruhi akhlak siswa setelah kedua orang tua karena seolah merupakan tempat untuk mendidik dan membentuk akhlak para siswanya”.
Jika kita membahas tentang kedudukan sekolah di masyarakat maka sekolahan berperan sebagai berikut:
  1. Guru merupakan wakil wali murid di dalam mendidik anaknya dari keterangan tersebut jelas bahwa sekolah tidak dapat menjalankan peranannya kalau tidak ada kerja sama antara pihak sekolah dan wali murid.
  2. Sekolah merupakan wahana untuk membentuk fitrah akhlak/agama, fitrah intelek, dan disini pula siswa cita-citanya dikembangkan dan diarahkan seoptimal mungkin.
Oleh karena itu guru tidak hanya mencerdaskan para siswanya tetapi bagaimana ia membentuk dan meningkatkan akhlak para siswa. Inilah tujuan pendidikan agama Islam yang urgen.
Adapun faktor-faktor khusus yang mempengaruhi akhlak adalah: “Faktor-faktor yang dipilih dari antara faktor umum dengan tujuan dapat mempengaruhi pada diri siswa tersebut dalam hal talentanya, supaya ia kelak menjadi seorang yang sempurna, bermanfaat bagi umat dan tanah airnya, seperti seorang dokter, guru, pejabat, pedagang dan lain sebagainya”.